Paya Nie

Langue : Indonesian

Publié février 2026 par Marjin Kiri.

Voir sur Inventaire

Aceh semasa perlawanan Gerakan Aceh Merdeka. Empat orang perempuan sedang turun ke rawa bernama Paya Nie untuk mengumpulkan purun danau buat dijadikan tikar. Kilas balik-kilas balik dalam obrolan mereka membawa kita ke masa lalu paya, masa lalu kampung-kampung sekitarnya, masa lalu militerisme, serta masa lalu diri mereka masing-masing. Desas-desus, legenda lokal, laporan saksi mata, dan mungkin juga bualan-bualan bercampur aduk dengan memukau. Tanpa mereka sadari, seregu marinir Indonesia sedang menyiapkan serangan skala besar ke rawa yang diduga menjadi tempat persembunyian gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka itu.

2 éditions

a publié une critique de Paya Nie par Ida Fitri

Cakep

Fiksi sejarah cakep. Tidak bermaksud berlebihan, sebagai orang yang masih kecil saat konflik antara GAM dan Indonesia terjadi, saya jadi tahu masa itu pernah ada pembedaan wujud KTP untuk membuktikan bahwa si empu KTP memang berdiri di belakang Indonesia, bukan pemberontak.

Ida Fitri berhasil mendeskripsikan suasana yang suram, menyakitkan, dan gak nyaman untuk pembacanya.

Sujets

  • Guided Democracy
  • Free Aceh Movement